Aug
18

Narcissistic

by nj, under healthy

“Gw tu yang paling cocok jadi cewe paling pupuler d skolah secara gw kan yang paling cantik n pinter diantara murid2 yg lain”. Kata-kata barusan pernah gw denger waktu nonton sinetron hahaha, seketika itu juga teman-temannya langsung teriak kalimat “dasar narsis”.
Gw jg pernah c ngomong kalimat serupa yang ngerasa diri gw paling ok diantara yg lain ^__^

Apakah sebenarnya narsis itu?

Menurut Spencer A Rathus dan Jeffrey S Nevid dalam bukunya, Abnormal Psychology (2000), orang yang narcissistic memandang dirinya dengan cara yang berlebihan. Mereka senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian.

Gawatnya, narsis itu gampang menyerang remaja! Sebab, remaja cenderung menjadi sangat self conscious alias perhatian banget sama diri sendiri. Kalau kecenderungan ini makin gawat, muncul imaginary audience dalam pikiran kita. Kata David Elkind, dalam buku Human Development (Diane Papalia dan Sally Olds-1998), imaginary audience berarti adanya pikiran kalau semua orang itu memerhatikan kita. Contohnya, banyak di antara kita yang merasa jerawat kecil yang muncul tiba-tiba itu bakal jadi perhatian semua orang.

Mitchell JJ dalam bukunya, The Natural Limitations of Youth, bilang ada lima penyebab kemunculan narsis pada remaja, yaitu;
# adanya kecenderungan mengharapkan perlakuan khusus,
# kurang bisa berempati sama orang lain,
# sulit memberikan kasih sayang,
# belum punya kontrol moral yang kuat,
# dan kurang rasional.
Kedua aspek terakhir inilah yang paling kuat memicu narsisme yang berefek gawat.

Sebenarnya tiap orang punya kecenderungan narsis. Tapi, kadarnya itulah yang berbeda-beda. “Narsis sudah menjadi gangguan kepribadian kalau sudah mengganggu kehidupan kita sehari-hari,” kata seorang psikolog.

Ada beberapa tanda narsis dari Diagnostics and Statistics Manual, Fourth Edition- Text Revision (2000) yang harus kita waspadai untuk tahu apakah kita mengidap narsis atau tidak. Orang narsis merasa dirinya sangat penting dan ingin sekali dikenal oleh orang lain karena kelebihannya. Pengidap narsis juga yakin kalau dirinya unik dan istimewa. Pokoknya tidak ada yang bisa menyamai dirinya. Gejala lain, mereka selalu ingin dipuji dan diperhatikan. Mereka kurang sensitif terhadap kebutuhan orang lain karena yang ada dalam pikirannya cuma diri sendiri. Ditambah lagi, adanya rasa percaya orang lain itu berpikiran sama dengan dirinya. Orang narsis juga sensitif sekali kalau dikritik. Kritikan kecil bisa berarti sangat besar buat mereka.

Mencintai diri sendiri adalah suatu keharusan. Kalau ini tidak dilakukan, bagaimana kita bisa PD? Tapi kalau berlebih juga tidak sehat karena ujungnya kita bisa narsis. Terus, apa batasannya PD yang masih sehat?

Goleman dalam Abnormal Psychology (Rathus dan Nevid-2000) menjelaskan perbedaan PD yang normal dan narsisme yang membahayakan;
* Kita yang PD menghargai pujian, tetapi tidak menganggap itu sebagai keharusan demi menjaga self esteem.
* PD sehat juga tercermin dari keterbukaan terhadap kritik dan hanya mengalami kekecewaan yang sebentar kalau dikritik.
* Meskipun enggak dapat perlakuan istimewa, orang yang PD tetap fine dan tidak kecewa seperti orang narsis.
* Kadar PD kita juga sehat ketika kita masih bisa mengerti dan sensitif pada perasaan orang lain.

Ada cara menjaga PD supaya tidak jadi narsis, yaitu, “Mendengarkan kritik dari orang lain. Cara terbaik, bercermin ke orang lain. Kalau punya sahabat dan kita yakin sahabat itu akan kasih pendapat yang sangat netral dan tidak bias, kita bisa nanya, sebenarnya aku gimana, kekuranganku apa, kelebihanku apa?”

Dari sini kita bisa tahu kualitas apa yang ada di diri kita. Sadari juga kalau tidak ada manusia yang tidak punya kekurangan. Kekurangan itu pun tidak usah bikin remaja jadi down, seperti yang biasa dialami para narsis. Kita justru cari jalan lain untuk menggantinya. Misal, ikut les lukis kalau ternyata tidak berbakat di bidang jurnalistik.
Orang yang benar-benar PD tidak perlu memamerkan semua kelebihannya. Dia tahu kualitas dirinya dan tidak bergantung kepada orang lain agar merasa nyaman. Sebaliknya, orang narsis justru butuh pengakuan orang lain demi menggenjot rasa PD-nya. Inilah rahasia terbesar orang narsis. Jauh dalam hati mereka, tersimpan sebuah jiwa yang sangat rapuh dan mereka menutupinya dengan menekankan betapa hebatnya mereka yang terbukti dari banyaknya pujian dari orang lain.
Seperti tokoh ibu tiri Putri Salju yang selalu bertanya pada kaca ajaibnya, “Mirror… mirror on the wall. Who’s the fairest of them all?

Nah sekarang coba ukur d kadar kePDan anda berapa persen ^__^enakminum yg seger-seger

Aug
18

Article

by nj, under healthy
Aug
18

Hello world!

by nj, under Uncategorized

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

© Copyright kalangkabut.com 2009. All rights reserved. | Powered by Wordpress | Designed by ThemesGuy